HOME
Home » Ijen » Gunung Ijen

Gunung Ijen

Posted at January 14th, 2020 | Categorised in Ijen

GUNUNG IJEN

Gunung Ijen adalah gunung api yang masih aktif yang terletak di kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Gunung ini tercatat pernah meletus sebanyak empat kali yakni pada 1796, 1817, 1913, dan 1936. Gunung Ijen memiliki ketinggian 2.443 mdpl.

Gunung Ijen paling terkenal dengan kawahnya. Kawah Ijen adalah danau kawah terbesar di dunia. Kawah tersebut memiliki kedalaman 200 meter dan 5466 Hektar serta memiliki ketinggian 2.368 mdpl dan pengelolaan kawah Ijen tersebut masuk dalam Cagar Alam Taman Wisata Ijen, Bondowoso.

Kawah Ijen terkenal dengan hasil alam berupa batu belerang dan api abadi-nya. Jika kita ingin melihat api abadi gunung Ijen kita harus siap-siap melakukan pendakian pada pagi hari sekali. Hal tersebut dikarenakan api biru hanya terlihat pada dini hari saja.

MITOS & SEJARAH

Gunung Ijen tercatat meletus terakhir kali pada 1999. Puncak Gunung Ijen adalah sebuah danau kawah berwarna biru dan hijau tosca. Danau kawah tersebut merupakan danau air asam terbesar di dunia, yakni dengan luas 5.466 hektar dengan kedalaman 200 meter. Dengan keistimewaan tersebut, maka kawasan Gunung Ijen lebih populer disebut sebagai “Kawah Ijen”. Kandungan asam tinggi pada kawah Gunung Ijen berdampak pada sungai-sungai yang mengalir menuju lereng gunung. Oleh sebab itu telah dibangun bendungan guna mengatasi pencampuran asam dari Kawah Ijen. Bendungan tersebut telah dibangun sejak masa kolonial Belanda.

Kawasan Gunung Ijen dijadikan sebuah kawasan cagar alam yakni bernama Cagar Alam Taman Wisata Ijen. Pemerintah setempat juga mendongkrak potensi Wisata Ijen melalui event bernama Tour de Ijen dan juga Jazz Ijen Banyuwangi. Tiap tahun Wisata Ijen mampu mendatangkan ratusan ribu kunjungan wisata dan didominasi oleh wisatawan mancanegara. Umumnya para wisatawan mancanegara datang ke Ijen setelah berwisata di Bali. sumber: http://pendaki.id/gunung-ijen-2-443-mdpl/

JALUR PENDAKIAN

Jalur pendakian menuju Puncak Kawah Ijen bisa dilakukan melalui jalur dari Bondowoso dan Banyuwangi.

TRANSPORTASI

Banyuwangi: turun station Karangasem, lalu naik ojek atau angkutan menuju Ds. Banyusari, Kecamatan Licin. Kemudian dilanjutkan menuju Paltuding/Pos PHPA (Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam)

Bondowoso: Bondowoso – Wonosari – Tapen – Sempol – Paltuding

MEMULAI PENDAKIAN GUNUNG IJEN

Pendakian gunung Ijen relatif cepat, tidak memakan waktu banyak. Diperlukan 2-3jam untuk sampai di puncak Kawah Ijen. Jarak yang ditempuh dari pos pendakian Paltuding sampai ke kawah adalah 3 km dengan kondisi jalan menanjak hingga 25-30 derajat kemiringannya dengan jalan berupa tanah berpasir dan batu halus.

Di 1,5 km pertama kita akan menjumpai Pos Bundar alias jalan yang bentuknya bundar. Nah, di sini kita bisa beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Lekas setelah Pos Bundar trek selanjutnya agak landai dan mudah.

Sesampainya di puncak Gunung Ijen kita harus menuruni trek batu yang terjal untuk menuju bibir Kawah Ijen.

INFO: Agar bisa melihat api abadi gunung Ijen pendakian dilakukan sekitar pukul 02.00-02.30 WIB.

INFORMASI TENTANG GUNUNG IJEN

Nama: Gunung Ijen
Pengelola: Cagar Alam Taman Wisata Ijen
Ketinggian: 2.443 mdpl
Lokasi: Banyuwangi
Jalur pendakian: Banyuwangi, Bondowoso
Letusan terakhir: 1999

TIPS PENDAKIAN

  1. Pilihlah hari yang bagus untuk mendaki, usahakan jangan waktu hujan
  2. Latihan fisik sebelum hari H
  3. Pakai pakaian pendaki gunung atau pakaian yang hangat
  4. Jangan sepelekan keselamatan. Bawa makanan dan air secukupnya jangan terlalu sedikit dan jangan terlalu banyak. Yang paling penting jangan melanggar peraturan dan jangan buang sampah di gunung
  5. Untuk pendakian Ijen kita bisa naik pagi dini hari pukul 02.00 untuk bisa melihat api abadi dan sunrise

MAP

REFERENSI

http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Ijen

http://mytravelingphotograph.blogspot.com/2014/05/kawah-ijen-banyuwangi.html

  • 31
    Shares

15 Comments for Gunung Ijen

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related Post to Gunung Ijen