HOME
Home » Jawa Tengah » Lawu » Gunung Lawu

Gunung Lawu

Posted at January 10th, 2020 | Categorised in Jawa Tengah, Lawu

GUNUNG LAWU

Gunung Lawu adalah gunung yang terletak di perbatasan provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, tepatnya di daerah Tawangmangu dan Cemorosewu. Gunung Lawu adalah gunung api yang mati atau istirahat. Tercatat gunung ini pernah meletus pada tahun 1885. Gunung Lawu banyak diminati oleh para pendaki karena pemandangan yang eksotis dan juga banyak memiliki spot-spot bagus seperti sumber air, kawah, sabana, bukit, kabut, dan satu yang paling menarik yakni adanya rumah warga alias pemukiman warga di puncaknya. Dan pemukiman tersebut diklaim sebagai pemukiman tertinggi di Jawa.

Gunung Lawu memiliki tiga puncak yakni puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah. Puncak Hargo Dumilah yang tertinggi yakni pada ketinggian 3.265 mdpl. Di kaki gunung Lawu juga tidak kalah dengan puncaknya. Wilayah pegunungan Lawu sangat subur. Banyak perkebunan masyarakat dan juga ada danau Sarangan ditambah pula wisata air terjun Grojogan Sewu. Selain itu ada juga candi-candi kuno yang berdiri di wilayah pegunungan Lawu. Satu lagi yang terkenal adalah komplek makam Astana Giribangun yang merupakan makam Pak Harto.

Selain terkenal alamnya yang subur, gunung Lawu juga terkenal sebagai gunung untuk tempat orang melakukan kegiatan ritual. Adapun kegiatan tersebut seperti bertapa, ziarah dan sebagainya. Para pelaku ritual tersebut berdalih hal tersebut dilakukan semata-mata untuk menenangkan diri dari hiruk pikuk dunia.

Untuk mencapai lokasi pendakian atau basecamp kita bisa menuju arah Tawangmangu. Supaya mudah jika dari Barat kita bisa menuju Solo. Jika dari Timur kita hanya perlu menuju Magetan. Transportasi bisa menggunakan angkutan umum untuk menuju Tawangmangu. Jika kereta kita bisa turun di stasiun Solo kemudian dilanjutkan angkutan umum. Yang terpenting bertanyalah kepada orang kemana arah Tawangmangu. Gunakan pula GPS dari gadget atau google maps. Mudah kok.

JALUR PENDAKIAN

Jalur pendakian gunung Lawu ada enam jalur yakni:

  1. Jalur Cemoro Kandang (wilayah Tawangmangu),
  2. Jalur Cemoro Sewu (wilayah Sarangan),
  3. Jalur Candi Cetho,
  4. Jalur Jogorogo,
  5. Jalur Tambak,dan
  6. Jalur Singolangu.

Yang unik jarak basecamp Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu saling berdekatan. Namun bukan berarti trek dan pemandangannya sama. Masing-masing jalur memiliki keunggulan masing-masing. Bacalah artikel berikut

  1. Jalur Pendakian via Cemoro Sewu
  2. Jalur Pendakian via Cemoro Kandang

Jalur lain yang tidak kali populer adalah jalur Candi Cetho. Lewat jalur ini kita akan bertemu dengan spot sabana khas Gunung Lawu yang sangat indah.

Kemudian, tiga jalur lain yakni Singolangu, Jogorogo, dan Tambak, adalah jalur yang tidak begitu populer. Jalur tersebut masih sepi dan beberapa di antaranya bertemu dengan trek dari jalur lain.

GAMBARAN SINGKAT JALUR PENDAKIAN

Ini dia penampakkan jalur pendakian gunung Lawu. Kata “Cemoro” yakni dimaksudkan untuk pohon cemara. Sedangkan “Kandang= tempat menampung” ,”Sewu = ribuan” jadi bisa kita simpulkan jalur pendakian yang penuh dengan pepohonan Cemara.

Ini dia Mbok Yem, penduduk puncak gunung Lawu yang menjual pecel nasi telur dan menyediakan tempat (shelter) untuk bermukim bagi para pendaki. Warungnya tersebut berdekatan dengan puncak Hargo Dalem. Warung Mbok Yem diklaim sebagi warung makan tertinggi se-Jawa.

Puncak tertinggi gunung Lawu. Tampak seorang penduduk setempat sedang melakukan ritual sesajen. Hal tersebut adalah kegiatan rutin penduduk dan sudah membudaya. Mereka berdalih kegiatan tersebut adalah sebagai rasa syukur atas yang Maha Kuasa atas pemberian alam yang subur.

Letaknya di bawah puncak Hargo Dumilah. Telaga Kuning merupakan salah satu spot yang paling bagus di gunung Lawu. Jika dari atas kita bisa melihat susunan batu yang membentuk tulisan semacamnya.

Tempat ini kata penduduk setempat adalah tempat untuk berdiam diri alias “semedi” para pendaki atau orang yang ingin menenangkan diri. Mereka bilang orang bersemedi bisa sampai 3 hari tanpa makan.

Setelah melihat gambaran singkat pemandangan gunung Lawu di atas apakah kamu tertarik untuk mendaki gunung Lawu? harus.

MITOS DAN SEJARAH

Menurut mitos, Hargo Dalem merupakan tempat pamoksan (petilasan) Prabu Brawijaya. Hargo Dumiling merupakan tempat pamoksan Ki Sabdo Palon, sedangkan Hargo Dumilah adalah puncak kebatinan. Prabu Brawijaya yang adalah Raja Majapahit (Kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang menguasai Nusantara dan dianggap sebagai salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Indonesia) kekuasaannya mulai pudar saat anaknya sendiri yakni Raden Patah, mendirikan Kerajaan Islam Demak. Prabu Brawijaya lalu menuju Gunung Lawu bersama 2 ajudan setianya, Sabdo Palon dan Noyo Genggong. Prabu Brawijaya moksa (moksa adalah Bahasa Sanskerta yang artinya meninggalkan duniawi) di Hargo Dalem, Sabdo Palon dan moksa di Hargo Dumiling. Hingga sekarang tempat-tempat di Gunung Lawu selalu berhawa mistis karena cerita-cerita yang turun temurun tersebut. Bahkan para pendaki mengklaim Gunung Lawu merupakan gunung paling angker di Jawa. Namun terlepas dari segala unsur kebudayaan dan kepercayaan, Gunung Lawu adalah tempat yang sangat indah dan objek pendakian yang patut kita datangi.

Pendakian Gunung Lawu banyak menyisakan kisah tragis dan misteri. Tahun 1989 terjadi sebuah tragedi dimana sebanyak 14 santri dari Pondok Al Mukmin Ngruki Sukoharjo ditemukan meninggal. Tahun 2015 terjadi kebakaran di Lawu yang menyebabkan 6 pendaki tewas. Tahun 2017 terjadi tragedi kekerasan saat Diksar (pendidikan dasar) Mapala UII yang menyebabkan 2 mahasiswa calon Mapala tewas, dan masih banyak kisah-kisah tragis lain yang terjadi di Gunung Lawu.

TIPS PENDAKIAN

  1. Pilihlah hari yang bagus untuk mendaki, usahakan jangan waktu hujan
  2. Latihan fisik seminggu sebelum hari H
  3. Persiapkan tim dan perlengkapan yang akan dibawa . Jangan lupa bawa sesuatu misal benda kesayangan atau tulisan untuk seseorang supaya bisa foto bareng saat di puncak
  4. Tim yang solid adalah 5-8 orang. Jika sedikit usahakan 3 orang (1 orang harus sudah pernah naik gunung)
  5. Jangan sepelekan keselamatan. Pakai sandal atau sepatu gunung dan jaket gunung. Bawa makanan dan air secukupnya jangan terlalu sedikit dan jangan terlalu banyak. Yang paling penting jangan melanggar peraturan dan jangan buang sampah di gunung
  6. Untuk pendakian Lawu kita bisa naik pagi atau malam. Jika pagi bagusnya pukul 10-13. Jika malam 6-7
  7. Dirikan tenda di tempat yang datar dan usahakan diselimuti pohon atau semak supaya tidak terkena angin gunung langsung
  8. Jika ada anggota kelompok yang tidak bisa melanjutkan perjalanan sebaiknya ditemani. Atau jika sakit parah langsung beritahu dengan kelompok lain.

INFORMASI GUNUNG LAWU

Nama: Gunung Lawu
Ketinggian: 3.265 mdpl
Lokasi: Magetan, Tawangmangu, Cemorosewu
Tipe: Gunung berapi stratovolcano
Letusan terakhir: 1885
Spot alam: Sendang “sumber air”, bukit, kawasan pohon seribu cemara
Sumber air: Sendang Panguripan, Sendang Drajat, Hargo Dalem, Telaga Kuning, Sumur Jalatundo
Flora: Cemara, Puspa, Kipres, Tristania,Pohon: acasia decurent, Mlandingan gunung,Tristania,Edelweis
Fauna: babi hutan dan Kijang, Jalak Gading “Jalak Lawu”,
Hutan: hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous
Kondisi: udara dingin, kabut, hutan cemara, trek batu, ada pemukiman di puncak, sendang, bukit, tempat semedi
Wisata setempat: Wisata Tawangmangu, Air terjun Grojogansewu, telaga kuning dan Danau Sarangan, ada juga tempat ziarah Astana giribangun, Astana Girilayu, Astana Mangadeg
Candi: Candi Sukuh, Candi Cetho
Jalur pendakian:

  1. Jalur Cemoro Kandang (Tawangmangu)
  2. Jalur Cemoro Sewu (Sarangan)
  3. Jalur Cetho
  4. Jalur Singolangu
  5. Jalur Tambak
  6. Jalur Jogorogo

Puncak: Hargo Dalem (3170 mdpl), Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah (3265 mdpl)
Pemandangan dari puncak: G. Arjuno, Welirang, Merapi, Merbabu, Semeru
Sendang: Sendang Panguripan, Sendang Drajat, Sendang Macan
Mitos: Gunung Lawu merupakan petilasan Raden Brawijaya (Raja Majapahit). Gunung Lawu awalnya adalah di bawah air laut
Kismis (Kisah misteri): konon gunung Lawu dulunya adalah tempat pelarian dan persembunyian. Menurut kisa banyak sekali sebenarnya kuburan-kuburan atau petilasan mayat yang terkubur di gunung Lawu. Jika ada pendaki seloyongan atau berbuat mengganggu maka akan mendapat gangguan dari penunggu gunung Lawu.
Ritual: setiap malam tanggal satu suro puncaknya kunjungan orang untuk ritual/semedi
Tarif daki: Rp 10.000/orang (Jan 2015)

WAKTU PENDAKIAN via Cemoro Sewu
Basecamp – Pos I Wes-Wesan (1,5jam)
Pos I – Pos II Watu Gedeg (2jam)
Pos II – Pos III Watu Gede (2jam)
Pos III – Pos IV Watu Kapur (2jam)
Pos IV – Pos V Jolotundo (30 menit)
Pos V – Sendang Drajat (15 menit)
Sendang Drajat – Hargo Dalem (30 menit)
Hargo Dalem – Hargo Dumilah (1 jam)
TOTAL = 9 jam 45 menit.

TRANSPORTASI

BARAT: ke arah Solo – Tawangmangu. Jika angkutan umum bisa dari Jogja – Solo, lalu Solo – Tawangmangu. Jika kereta turun di Stasiun Solo Balapan lanjut angkutan umum ke Tawangmangu
TIMUR: ke ara Magetan – Tawangmangu. Biasanya menggunakan angkutan umum trayek ke Magetan.

MAP

REFERENSI

Forum Pendaki Indonesia
  • 105
    Shares

12 Comments for Gunung Lawu

  • muchammad faris says:

    Terimakasih infopendaki.com untuk infonya,,btw,apakah di gunung lawu ada tempat camping? *maaf kurang info,belum pernah mendaki gunung sebelumnya*

  • Austin handani says:

    Bulan desember ane mau naik gan ke gn.lawu kira’ dibuka ga yah ?

  • Austin handani says:

    Tolong kasih infonya ya gan

  • Amri says:

    Apakah di bulan Januari ini pendakian lewat Cemoro kandang tetap di buka ? Terima kasih.

  • Telo says:

    Yg blm tau kendaraan yg menuju ke lawu,merapi,merbabu,hub w aj,/carteran dijmin smpe t7an,hub 081220464906,janjian,ketemu di antar bisa pp

  • butuh info nih kalau di bulan februari 2018 ditutup gak ya? soal beberapa gunung sekitarnya seperti Merbabu juga ada info penutupan sementara

    thank before, salam lestari

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related Post to Gunung Lawu

GUNUNG TELOMOYO

Gunung Telomoyo

Posted at 12/01/2020

Gunung Telomoyo adalah gunung yang terletak di kabupaten Magelang dan kabupaten Semarang.... Read More

GUNUNG GAJAH

Gunung Gajah

Posted at 12/01/2020

Gunung Gajah adalah gunung yang terletak di kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.... Read More

GUNUNG ROGOJEMBANGAN

Gunung Rogojembangan

Posted at 12/01/2020

Gunung Rogojembangan terletak di perbatasan kabupaten Banjarnegara dengan kabupaten Pekalongan... Read More

GUNUNG UNGARAN

Gunung Ungaran

Posted at 12/01/2020

Gunung Ungaran adalah gunung api dengan ketinggian 2.050 mdpl yang terletak di kabupaten Semarang. ... Read More

Gunung Slamet

Posted at 12/01/2020

Gunung Slamet adalah gunung tertinggi di Jawa Tengah dan gunung tertinggi kedua di pulau Jawa setelah gunung Semeru.... Read More