HOME
Home » Leuser » Gunung Leuser

Gunung Leuser

Posted at June 7th, 2018 | Categorised in Leuser

Gunung Leuser adalah sebuah gunung yang terdapat di provinsi Aceh. Gunung ini memiliki elevasi 3,466 mdpl. Jika dilihat dari ketinggiannya maka gunung ini masuk dalam kategori sangat tinggi. Bahkan gunung ini adalah gunung tertinggi kedua di Sumatera setelah Kerinci, dan… gunung dengan trek pendakian terpanjang di Indonesia dan Asean. Selain berelevasi sangat tinggi, Gunung Leuser juga masuk dalam kawasan konservasi, yakni Taman Nasional Gunung Leuser. Jadi bagi para pendaki Indonesia rasanya wajib mendaki gunung ini.

Provinsi Aceh yang masuk kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang meliputi Kabupaten Aceh Singkil, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang, sedangkan Provinsi Sumatera Utara yang masuk dalam kawasan TNGL meliputi Kabupaten Dairi, Karo, dan Langkat. Taman nasional dengan luas 7.927 km² ini di dalamnya terdapat gunung tertinggi di Aceh yang sekaligus sebagai main support system, yakni Gunung Leuser. Bagi pendakian, gunung Leuser akan sangat istimewa karena kondisi alamnya yang liar dan memiliki keanekaragaman hayati yang dilindungi, serta ketinggian yang oke. Jadi kesimpulannya untuk mendaki gunung Leuser ini tidaklah sembarangan karena akan sulit.

Baca juga: Daftar lengkap gunung yang ada di Provinsi Aceh

Gunung Leuser sendiri berada di kabupaten Gayo Lues. Secara karakteristik gunung ini adalah gunung api, sehingga suatu waktu dapat meletus. Letusan terakhir Gunung Leuser adalah pada tahun 1991. Seperti kebanyakan gunung di Indonesia, kawasan yang memiliki gunung api umumnya memiliki tingkat kesuburan yang tinggi. Siklus yang terjadi akan sangat sesuai jika dipikirkan baik-baik: gunung api meletus maka masyarakat kesusahan, setelah meletus tanah kembali subur dan masyarakat senang. Suatu saat kembali meletus dan kembali lagi subur. Gunung api meletus itu juga membawa pesan moral kepada masyarakat untuk menjaga alam.

gunung leuser via kedah-min

TNGL mendapat keistimewaan di dunia internasional. UNESCO menetepkan kawasan gunung Leuser sebagai Cagar Biosfer pada tahun 1981, kemudian menjadikannya sebagai situs warisan dunia (World Herritage) pada tahun 2004 yang sekaligus mengukuhkannya menjadi Taman nasional. Penghargaan ini bukan tanpa sebab, kawasan hutan di Leuser adalah penyumbang oksigen yang sangat besar yang dapat menghidupi 4juta manusia. Selain itu kawasan tersbut adalah tempat hidup berbagai flora-fauna yang beranekaragam dan beberapa merupakan spesies yang hampir punah.

PENDAKIAN GUNUNG LEUSER
Ada beberapa hal penting yang harus menejadi perhatian bagi para pendaki jika ingin mendaki Gunung Leuser, yakni:
– Elevasi sangat tinggi yakni di atas 3000 mdpl
– Trek pendakian terpanjang yakni di atas 50 km
– Membutuhkan waktu perjalanan yang lama yakni 7-8 hari
– Trek dengan hutan liar yang berisi: aliran sungai, hewan dan tumbuhan liar
– Sewa porter sekitar Rp 1000.000 sampai puncak dan pendakian selesai

Bagi masyarakat sekitar khususnya Aceh dan Sumatera Utara, pendakian gunung Leuser tidaklah awam. Salah satu contoh terdapat Universitas Gunung Leuser (UGL) di Kuta Cane Aceh Tenggara yang Mapala-nya mungkin sudah sering melakukan pendakian ke gunung dengan nama universitasnya sendiri. Dari hal tersebut kita bisa belajar betapa masyarakatnya menghargai gunung Leuser, dan sebaliknya, betapa gunung Leuser begitu penting dalam kehidupan masyarakat setempat.

Pendakian gunung Leuser secara teknis bagi para pendaki akan sangat menyenangkan karena profil gunung itu sendiri yang di atas rata-rata gunung pada umumnya. Namun, tentu semakin berisi gunung itu maka tantangannya juga semakin besar.

Elevasi di atas 3000 mdpl bagi rata-rata pendaki gunung di Indonesia rasanya oke. Beberapa gunung di pulau Jawa memiliki rata-rata 3000 mdpl dan selalu ramai tiap minggunya. Kemudian trek panjang, nah kalau yang satu ini rasanya akan mendiskualifikasi para pendaki. Beberapa gunung di Kalimantan memiliki jalur pendakian yang panjang namun semuanya adalah gunung berketinggian 2000 mdpl saja. Sedangkan di Jawa, gunung dengan trek terpanjang-pun tidak seliar di Kalimantan. Jadi, bagi gunung Leuser dengan trek sepanjang 50 km lebih tentu akan full-experience. Trek panjang dan waktu pendakian yang lama mengharuskan pendaki untuk bisa menjalankan survival skill-nya dalam waktu yang lama. Pendaki harus beresiap dengan segala rintangan baik itu cuaca, penyakit, hewan, tumbuhan dan bahkan suku pedalaman.

sumber air di gunung leuser-min

trekking leuser-min

daerah-Blang pendakian gunung leuser-min

lapangan-bola pendakian gunung leuser-min

Satwa liar yang terdapat di hutan di sepanjang trek pendakian ada banyak. Yakni antara lain: Harimau Sumatera, Kera Raksasa, Lintah Gajah (merah), Pulusan “Mustela lutreolina” atau sejenis babi hutan. Terdapat juga tumbuhan kornivora seperti Kantung Semar yang juga bisa berbahaya. Namun tenang saja karena satwa liar tidak akan mengganggu kecuali diganggu duluan. Harimau cenderung aktif di malam, sedangkan orang utan biasanya hanya terlihat sekilas saja. Umumnya mereka terlihat di pagi hari.

Kemudian kita bisa berejumpa dengan penduduk yang menghuni wilayah kawasan hutan Leuser tersebut atau bisa disebut juga suku Bunian atau orang Bunian. Dan beberapa lagi ada pula suku-suku yang sempat heboh dalam televisi di tahun 2017 yakni Suku Mante, Suku Bante, atau Orang Kerdil dari Aceh. Namun, terlepas ada atau tidaknya suku-suku tersebut, itu cukup membuat kita sebagai masyarakat Indonesia bangga karena memiliki keanekaragaman.

Kabar baik dari pendakian gunung Leuser yakni tersedianya para porter dan pemandu pendakian. Hal ini bukan hanya sebagai pembantu para pendaki yang pastinya akan kesulitan dengan profil trek yang sedemikian rupa, namun juga secara tidak langsung membantu perekonomian bagi masyarakat sekitar. tarif porter di Leuser mencapai Rp 1000.000, oleh karena itu sebelum pendakian kita harus siap modal, waktu, fisik dan juga mental. Namun bagi para pendaki juga tidak harus memakai jasa porter.

JALUR PENDAKIAN
Ada 3 Jalur Pendakian ke puncak Leuser: jalur Kedah, jalur Agusan dan jalur Meukek.

Jalur Kedah adalah jalur paling direkomendasikan karena sudah sering dilalui dan jalurnya lebih nyaman. Jalur Kedah memiliki panjang trek sekitar 51 km dan waktu tempuh yang dibutuhkan adalah sekitar 7 sampai 8 hari. Dalam kurun waktu tersebut pendaki akan melalui 21 poin camp.

Jalur Agusan adalah jalur pilihan kedua, namun jalur ini lebih panjang lagi dan tingkat kesulitan lebih besar. Sedangkan jalur Meukek adalah jalur yang lebih sulit lagi karena bukan hanya panjang, treknya juga curam dan harus menggunakan skill serta peralatan khusus.

peta baseamp tiga jalur pendakian gunung leuser-min

Peta jalur pendakian gunung Leuser-min

Peta jalur pendakian gunung Leuser-min

PUNCAK
gunung Leuser memiliki 3 puncak, yaitu: Puncak Leuser (3,119 mdpl ), Puncak Loser (3,404 mdpl), dan Puncak yang Belum Bernama Resmi alias tanpa nama (3,466 mdpl).

Puncak tanpa nama gunung leuser-min

PENDAFTARAN DAN TARIF
Pendaftaran untuk pendakian gunung Leuser harus menggunakan surat ijin atau SIMAKSI. Dengan keterangan sebagai berikut:
– Pengajuan permohoan 2 minggu sebelum keberangkatan
– Masa berlaku Simaksi adalah 3 bulan
– Mengisi detail informasi secara online di website: http://gunungleuser.or.id/research/permohonan-penelitian/

Tarif pendakian/penelitian adalah sebagai berikut:
– Peneliti Mancanegara/ Mahasiswa Perguruan Tinggi Mancanegara (Foreign Researcher): < 1 bulan Rp. 5.000.000,-/orang
– Peneliti Nusantara (Indonesian Researcher)/ umum: < 1 bulan Rp. 100.000,-/orang
– Mahasiswa/ Pelajar Indonesia (Indonesian Student): berlaku tarif Rp. 0,- (NOL Rupiah) dengan SIMAKSI
Selengkapnya di: http://gunungleuser.or.id/ijin-masuk-kawasan/tarif-masuk

Selain itu berlaku juga tata tertib bagi para pendaki yang bisa dilihat pada laman berikut:
http://gunungleuser.or.id/ijin-masuk-kawasan/tata-tertib/

GALLERY 

menyusuri hutan di leuser-min

minum air dari kantung semar-min

pendakian gunung leuser-min

perjalanan mendaki gunung leuser-min

pos istirahat di pendakian gunung leuser-min

Hiking to mount Leuser (pendakian ke puncak gunung Leuser) #hiker #hiking #trekking #leuser #gunung #gunungleusernationalpark #gunungleuser #Puncak #bukit #mountain #hills #leuserecosystem #gunungindonesia #thediscoverer

A post shared by Mr. Jally’s Guest House (@rainforestlodgeskedah) on

Coming up this day Monday 23 October, 15:15 pm on Trans 7 🐒 . . #jejakpetualang #gunungleusernationalpark #indonesia #gayolues #movie #animals #wildlife #adventure #indonesiahebat #trans7

A post shared by Mr. Jally’s Guest House (@rainforestlodgeskedah) on

TIPS PENDAKIAN
1. Planning pendakian sematang mungkin: jadwal keberangkatan, berapa hari mau ditempuh, uang tiket, uang logistik, uang jaga-jaga, surat dan kelengkapan lainnya.
2. Tim ideal 7 orang atau bisa lebih di atas 10
3. Hubungi pemandu jalur pendakian
4. Karena model pendakian adalah susur hutan maka diperlukan persiapan yang lebih: latihan fisik 2 minggu sebelum keberangkatan, peralatan kelompok lebih banyak, logistik ringan dan tahan lama diperbanyak, dan peralatan survival lain harus disiapkan
5. Pendakian gunung Leuser harus mematuhi peraturan yang diberikan
6. Lebih nyaman (bagi pendaki luar Aceh) jika sewa porter
7. Pendakian paling safety dan bagus saat menjelang musim kemarau

INFORMASI GUNUNG LEUSER
Nama: Gunung Leuser
Ketinggian: 3,466 m (11.371 kaki)
Lokasi: Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh
Letusan terakhir: 1991
Pengelola: Taman Nasional Gunung Leuser
Alamat: Jl. Selamat No. 137 Kelurahan Siti Rejo III Medan Amplas Medan, 20219, Sumatera Utara, Indonesia
Telp : +62 (61) 7872919 fax.+62 (61) 7864510
Website: gunungleuser.dephut.go.id, gunungleuser.or.id,
email : jejakleuser@gmail.com
Spot alam: Hutan, aliran sungai
Sumber air: aliran sungai di hutan
Flora dilindungi:

Daun payung raksasa (Johannesteijsmannia altifrons),
bunga raflesia (Rafflesia atjehensis dan R. micropylora)
Rhizanthes zippelnii (bunga terbesar dengan diameter 1,5 m)
Tumbuhan ara atau tumbuhan pencekik

Fauna dilindungi:

Mawas/Orang Utan (Pongo pygmaeus abelii)
Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis)
Harimau loreng Sumatera (Panthera tigris sumatrae)
Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus)
Beruang Madu (Helarctos malayanus)
Burung Rangkong Papan (Buceros bicornis)
Anjing Ajag (Cuon Alpinus)
Siamang (Hylobates syndactylus syndactylus)
Kambing hutan (Capricornis sumatraensis)
Rusa Sambar (Cervus unicolor)

Jalur pendakian: jalur Kedah, jalur Agusan dan jalur Meukek.
Puncak: Puncak Leuser (3,119 mdpl ), Puncak Loser (3,404 mdpl), dan Puncak Tanpa nama (3,466 mdpl).
Tarif masuk TNGL: Rp 5000/orang/hari (lokal), Rp 150.000/orang/hari (mancanegara)
Mitos:
Kismis (kisah misteri): adanya suku tak kasat mata, adapula suku orang kerdil yang sempat heboh karena tertangkap video di tahun 2017

REFERENSI
ig: @rainforestlodgeskedah
www.rainforest-lodges-kedah.com
www.gunungleuser.or.id
www.pendakianleuser.wordpress.com

  • 100%
    - 100%
  • 100%
    - 100%
  • 100%
    - 100%
  • 99%
    - 99%
  • 99%
    - 99%
100%
  • 9
    Shares

1 Comment for Gunung Leuser

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related Post to Gunung Leuser