HOME
Home » Jalur Pendakian » Lawu » Jalur Pendakian Cemoro Sewu Lawu

Jalur Pendakian Cemoro Sewu Lawu

Posted at January 10th, 2020 | Categorised in Jalur Pendakian, Lawu

Jalur Pendakian Lawu via Cemoro Sewu adalah jalur pendakian favorit bagi para pendaki. Pasalnya pemandangan yang menjalar di setiap trek ada pada jalur Cemoro Sewu benar-benar luar biasa. Spot-spot yang ada juga banyak seperti hutan, rerumputan membentang, batu besar, sendang (kolam), bukit, tanjakkan “cinta”, bahkan warung makan di tengah perjalanan dan di puncaknya juga ada. Gimana?

Cemoro Sewu terletak di jalan antara kabupaten Karanganyar dan Magetan tepatnya di jalan dari Tawangmangu menuju Sarangan. Untuk lebih mudahnya yang perlu kita tuju adalah Tawangmangu, Jawa Tengah. Jika kita dari arah barat maka tujulah Solo, kemudian Tawangmangu. Jika dari arah Timur maka tujulah arah Magetan, lalu Tawangmangu. Karena tempatnya yang populer maka sekiranya akan mudah untuk menuju ke sana. Tips: persiapkan betul iternetary perjalanan menuju Cemoro Sewu-nya. Dan bertanyalah kepada orang jika tidak tahu jalan. Satu lagi, gunakan GPS atau google maps deh.

BASECAMP CEMORO SEWU

Basecamp di Cemoro Sewu terkenal kecil namun halamannya luas. Di basecamp sudah masuk dalam wilayah yang dingin jadi persiapkan pakaian hangat sejak dari awal. Di sekitaran basecamp juga banyak pemukiman warga dan banyak pula fasilitas umum seperti masjid, WC, warung makan dan lainnya. Tiket mendaki Rp 10.000/orang (update 2015). Untuk parkir kendaraan motor Rp 3.000, mobil RP 10.000. Persiapan terakhir sebelum berangkat adalah cek perlengkapan mendaki dan cek juga kondisi kesehatan. Satu lagi jangan lupa berdoa sebelum memulai pendakian.

PETA JALUR PENDAKIAN CEMORO SEWU

MEMULAI PENDAKIAN

Basecamp – Pos I Wes-Wesan (1-1,5jam)

Pada jalur ini kita akan melewati pepohonan rimbun. Di lokasi tersebut juga ada tempat untuk camping. Kemudian melewati perkebunan warga. Lalu kita akan bertemu Sendang Panguripan lalu Pos I. Di Pos I ini berdiri sebuah warung makanan.

Pos I – Pos II Watu Gedeg (1,5-2jam)

Pada jalur ini kita akan bertemu batu besar yang bernama “Watu Jago”. Mulai dari Watu Jago trek yang kita hadapi mulai bebatuan. Namun bebatuan tersebut adalah bebatuan yang sudah ditata khusus untuk didaki. Hal tersebut adalah persembahan oleh masyarakat setempat.

Pos II – Pos III Watu Gede (2jam)

Pada jalur ini trek sudah mulai berat. Bebatuan yang tajam dan tepi-tepi jurang juga banyak.

Pos III – Pos IV Watu Kapur (1,5-2jam)

Pada Pos IV banyak tumbuh pohon. Kalau kita naik pada malam hari cocok sekali untuk mendirikan tenda di sini. Namun hanya muat untuk 2 tenda saja. Jadi untung-untungan saja deh.

Pos IV – Pos V Jolotundo (30 menit)

Pada jalur setelah Pos 4 adalah jalur favorit. Karena trek yang datar dan hanya bergelombang serta treknya berbatuan rapih. Ditambah lagi kanan-kiri pemandangan luar biasa. Setelah itu kita akan bertemu dengan sumber air “Sumur Jalotundo”.

Pos V – Sendang Drajat (15menit)

Setelah itu kita sampai di Sendang Drajat. Nah di sinilah check point pertama bagi para pendaki. Banyak pendaki bermalam di sini. Kebanyakan dari mereka ada yang tidak membawa tenda namun bermalam di rumah yang didirikan warga. Di sini pula ada sumber air bernama “Sendang Drajat”. Di tempat itu pula konon sebagai tempat ritual raja. Dibangun pula tempat pemujaan di samping Sendang Drajat tersebut.

Sendang Drajat – Puncak Hargo Dalem (30 menit)

Dari Sendang Drajat kita hanya perlu berjalan sebentar menyusuri bukit dan sampailah kepada puncak Harga Dalem 3170 mdpl. Pada jalur menuju Hargo Dalem kita akan bertemu dengan tenjakkan yang mirip dengan “Tanjakkan Cinta”-nya Semeru.

Nah, di Hargo Dalem sendiri kita akan menemui banyak pemukiman penduduk. Para penduduk di gunung Lawu terkenal sebagai penduduk yang memiliki fisik kuat. Pasalnya mereka bisa naik-turun gunung beberapa kali untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di Hargo Dalem kita akan bertemu dengan Warung Mbok Yem yang terkenal itu. Itulah dia warung tertinggi di pulau Jawa. Bayangkan saja ada warung makan di puncak Gunung.

Hargo Dalem – Hargo Dumilah (30 menit – 1jam)

Untuk menuju Hargo Dumilah (puncak tertinggi) kita akan berjalan menanjak. Treknya berupa bukit hanya saja menanjak tinggi.

Dari puncak Hargo Dumilah kita bisa melihat ke bawah ada Telaga Kuning. Kita juga bisa melihat gunung-gunung lain seperti Merapi-Merbabu, Arjuno-Welirang.

Total Waktu Pendakian

Nah sekarang kita kumpulin:
Basecamp – Pos I Wes-Wesan (1,5jam)
Pos I – Pos II Watu Gedeg (2jam)
Pos II – Pos III Watu Gede (2jam)
Pos III – Pos IV Watu Kapur (2jam)
Pos IV – Pos V Jolotundo (30 menit)
Pos V – Sendang Drajat (15 menit)
Sendang Drajat – Hargo Dalem (30 menit)
Hargo Dalem – Hargo Dumilah (1 jam)
TOTAL = 9 jam 45 menit.

Diluar bermalam, bongkar pasang segala macem. Nah, untuk waktu turun gunung biasanya lebih cepat 20-40% jadi sekitar 6-7jam. Namun untuk gunung Lawu sebenarnya yang membuat waktu naik lama yakni treknya yang susah karena batu menanjak. Namun jika untuk turun bisa cepat. Menurut pengalaman paling cepat turun bisa 4-5jam.

TIPS PENDAKIAN

  1. Pilihlah hari yang bagus untuk mendaki, usahakan jangan waktu hujan
  2. Latihan fisik seminggu sebelum hari H
  3. Persiapkan tim dan perlengkapan yang akan dibawa . Jangan lupa bawa sesuatu misal benda kesayangan atau tulisan untuk seseorang supaya bisa foto bareng saat di puncak
  4. Tim yang solid adalah 5-8 orang. Jika sedikit usahakan 3 orang (1 orang harus sudah pernah naik gunung)
  5. Jangan sepelekan keselamatan. Pakai sandal atau sepatu gunung dan jaket gunung. Bawa makanan dan air secukupnya jangan terlalu sedikit dan jangan terlalu banyak. Yang paling penting jangan melanggar peraturan dan jangan buang sampah di gunung
  6. Untuk pendakian Lawu kita bisa naik pagi atau malam. Jika pagi bagusnya pukul 10-13. Jika malam 6-7
  7. Dirikan tenda di tempat yang datar dan usahakan diselimuti pohon atau semak supaya tidak terkena angin gunung langsung
  8. Jika ada anggota kelompok yang tidak bisa melanjutkan perjalanan sebaiknya ditemani. Atau jika sakit parah langsung beritahu dengan kelompok lain.

INFORMASI GUNUNG LAWU

Nama: Gunung Lawu
Ketinggian: 3.265 mdpl
Lokasi: Magetan, Tawangmangu, Cemorosewu
Tipe: Gunung berapi stratovolcano
Letusan terakhir: 1885
Spot alam: Sendang “sumber air”, bukit, kawasan pohon seribu cemara
Sumber air: Sendang Panguripan, Sendang Drajat, Hargo Dalem, Telaga Kuning, Sumur Jalatundo
Flora: Cemara, Puspa, Kipres, Tristania,Pohon: acasia decurent, Mlandingan gunung,Tristania,Edelweis
Fauna: babi hutan dan Kijang, Jalak Gading “Jalak Lawu”,
Hutan: hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous
Kondisi: udara dingin, kabut, hutan cemara, trek batu, ada pemukiman di puncak, sendang, bukit, tempat semedi
Wisata setempat: Wisata Tawangmangu, Air terjun Grojogansewu, telaga kuning dan Danau Sarangan, ada juga tempat ziarah Astana giribangun, Astana Girilayu, Astana Mangadeg
Candi: Candi Sukuh, Candi Cetho
Jalur pendakian:

  1. Jalur Cemoro Kandang (Tawangmangu)
  2. Jalur Cemoro Sewu (Sarangan)
  3. Jalur Cetho
  4. Jalur Singolangu
  5. Jalur Tambak
  6. Jalur Jogorogo

Puncak: Hargo Dalem (3170 mdpl), Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah (3265 mdpl)
Pemandangan dari puncak: G. Arjuno, Welirang, Merapi, Merbabu, Semeru
Sendang: Sendang Panguripan, Sendang Drajat, Sendang Macan
Mitos: Gunung Lawu merupakan petilasan Raden Brawijaya (Raja Majapahit). Gunung Lawu awalnya adalah di bawah air laut
Kismis (Kisah misteri): konon gunung Lawu dulunya adalah tempat pelarian dan persembunyian. Menurut kisa banyak sekali sebenarnya kuburan-kuburan atau petilasan mayat yang terkubur di gunung Lawu. Jika ada pendaki seloyongan atau berbuat mengganggu maka akan mendapat gangguan dari penunggu gunung Lawu.
Ritual: setiap malam tanggal satu suro puncaknya kunjungan orang untuk ritual/semedi
Tarif daki: Rp 10.000/orang (Jan 2015)

TRANSPORTASI

BARAT: ke arah Solo – Tawangmangu. Jika angkutan umum bisa dari Jogja – Solo, lalu Solo – Tawangmangu. Jika kereta turun di Stasiun Solo Balapan lanjut angkutan umum ke Tawangmangu
TIMUR: ke ara Magetan – Tawangmangu. Biasanya menggunakan angkutan umum trayek ke Magetan.

MAP

REFERENSI

https://akuntomountain.wordpress.com
http://swetadwipa.blogspot.com

  • 165
    Shares

38 Comments for Jalur Pendakian Cemoro Sewu Lawu

  • aa_duasatu says:

    tank’s kakak,info sangat membantu.
    semoga sukses selalu deh

  • Sami aji says:

    Apakah ada yg ingin mendaki gunung lawu via cemoro sewu pd tgl 7 desember, butuh barengan ane

  • opoyo says:

    kalau naik itu sekitar 6 jam-7 jam bagi pemula, kalau yg udah biasa 3 jam pun sampek puncak. kalau turun itu sekitar 3 jam (itu lari dari atas kalau nggak yaa jalan terus)

  • Ariska says:

    ini gunung yang membuat saya jatuh cinta. 3 kali sudah saya lalui lewat jalur ini dan 1 kali lewat jalur cemoro kandang tp tidak pernah membuat saya bosan. sungguh luar biasa!

  • annas says:

    Ada yang mau bareng tanggal 25 desember 2016 via cetho? Berangkat dari terminal kp. Rambutan

  • Kuntul says:

    Minta kontak yang bisa dihubungin.

  • Bagas says:

    Besok tgl 15 oktober 2017 pagi jam 9 mw nemenin temen kepuncak lawu dan turun 16 pagi jam 10an dan ini sudah ke 3x nya sekalian melepas rindu pecelenya mbok yem….hehehe ada yg mw ikut???

  • Toety says:

    Kalo saya pemula pengen naik gunung lawu, apakah bisa barengan sama teman lain yg mau naik gunung ya… Secara saya mungkin sendirian.

  • Zie says:

    Sy dr bekasi rencana mendaki lawu brgkt tgl 30 nov 2017 klo mw bareng silahkan

  • aji pamungkas says:

    ada yang mau bareng, rencana naik tgl 23-24 Desember 2017 ( saya hanya berdua bersama anak ) silahkan call atau wa di 085245007000

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related Post to Jalur Pendakian Cemoro Sewu Lawu

savana argopuro

Pendakian G. Argopuro via Baderan

Posted at 14/01/2020

Jalur pendakian gunung Argopuro via Baderan terletak di Desa Baderan, kecamatan Sumbermalang, kabupaten Situbondo. Jalur pendakian Argopuro adalah jalur terpanjang di Jawa, hal tersebut... Read More

jalur pohon pinus

Jalur Gunung Butak via Princi Dau

Posted at 14/01/2020

Jalur pendakian gunung Butak via Princi Dau adalah jalur pendakian yang tidak banyak dipilih oleh pendaki karena trek yang susah. Jalur pendakian ini terletak... Read More

perkebunan teh sirah-kencong-4

Jalur Pendakian Gunung Butak dari Sirah Kencong

Posted at 14/01/2020

Sirah Kencong merupakan suatu area perkebunan teh yang terletak di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar yang termasuk dalam areal perkebunan teh Persero Perkebunan... Read More

candi shinta - utama

Jalur Pendakian via Jolotundo G. Penanggungan

Posted at 14/01/2020

Jalur pendakian gunung Penanggungan via Jolotundo termasuk salah satu yang paling populer. Jalur Jolotundo terletak di Desa Seloliman, Kecamatan Trawas. Jalur Jolotundo ini disebut... Read More

kemiringan gunung penanggungan

Jalur Ngoro Pendakian Gunung Penanggungan

Posted at 14/01/2020

Jalur Ngoro adalah jalur pendakian gunung Penanggungan yang lebih berat dari jalur Tretes dan Jolotundo. Untuk mencapai Ngoro bisa dicapai dari arah Pandaan atau... Read More